|
jiwa > Juni 2001 Yang Kita Perlukan Untuk Maju Adalah Keberanian (25/06/2001) Bila kita yakin berada di jalan yang tepat, maka kita tak perlu menyusun rencana perjalanan terlalu jauh ke depan. Jangan persulit diri kita dengan keraguan, ketakutan dan rintangan-rintangan yang mungkin menghalangi kemajuan kita. Kita hanya bisa mengambil satu langkah di suatu waktu. Kita pun tak perlu mengetahui semua jawabannya terlebih dahulu. Tetapi kita harus memiliki pandangan yang jernih kemana kita hendak menuju. Hanya bila kita mau bangkit dan berani untuk memulai, maka kita memiliki nyali yang diperlukan untuk berhasil. Selebihnya, delapan puluh persen keberhasilan akan datang sendiri. Raihlah apa yang kita inginkan maka kita akan mendapatkannya.
Keberhasilan Orang Lain Untuk Keberhasilan Kita (18/06/2001) Ada dua cara menggapai puncak karier. Pertama, kita menginjak pundak orang lain. Atau, kedua, kita meminta orang lain mengangkat kita. Keduanya membawa kita mendaki tangga yang lebih tinggi. Bedanya, cara kedua memberikan pondasi yang sangat kokoh ketimbang yang pertama. Karena, kekuatan sebuah ketulusan takkan tertandingi. Nilai sebuah kerelaan takkan terkalahkan. Hanya karena kita berkenan menolong orang lain, orang lain pun berkenan menolong kita. Maka mulailah menolong orang-orang di sekitar kita meraih kesuksesan diri mereka. Maka kita boleh berharap mereka pun akan menyediakan lahan keberhasilan untuk kita. Sadarilah, karier kita harus disangga oleh tiang utama, yaitu keberhasilan orang-orang kita berkat bantuan kita.Prinsipnya sederhana saja: bukalah keberhasilan diri kita dengan membuka pintu keberhasilan orang lain
Jangan Kehilangan Harapan (11/06/2001) Sepasang suami istri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru. Lampu jalan tak cukup terang menerangi dagangan mereka. Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan, berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat. Siapa pula yang tertarik membeli? Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan. Kaos anak warna-warni, setangan sebungkus tiga, rok kecil, dan entah apalagi. "Wahai suami istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yangmembeli dagangan itu. Bagaimana kalian bisa menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?" "Kami tak kehilangan harapan," begitu jawabnya. "Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, namun kami tahu harapan takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya." Berterima kasihlah pada orang-orang kecil yang memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup pada kita. Mereka tiang penyangga yang menahan langit dari keruntuhan. Mereka peredup terik mentari kehidupan yang adakalanya terasa panas membakar Kehadiran Kita Dinantikan (05/06/2001)Jangan hanya mengirimkan karangan bunga bagi mereka yang sedang berduka cita. Jangan pula hanya menitipkan doa semoga cepat pulih pada mereka yang berbaring derita. Tetapi, datanglah. Jenguklah. Tunjukkan kehadiran kita. Biarkan sentuhan tangan kita memupuskan kesedihan. Kehadiran kita adalah obat terampuh yang takkan bisa dibeli dari tabib terbaik mana pun Jangan hanya mengirimkan bingkisan bagi mereka yang sedang bersuka cita. Jangan pula hanya menitipkan ucapan semoga berbahagia pada mereka yang meruap ceria. Tetapi datanglah. Tengoklah. Tunjukkan kehadiran kita. Biarkan cahya wajah kita menjadi penyuluh kegembiraan. Kehadiran adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan pada siapa pun. Itulah mengapa dunia tak pernah selebar daun talas, karena kehadiran teman baik selalu dinantikan.
|