|
jiwa >Agustus 2001 Kita Lebih Penting Dari Masalah Diri Kita (27/08/2001) Proses pertumbuhan dan belajar selalu melibatkan resiko. Keberanian memberi kita kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Keberanian berasal dari pikiran kita yang jauh lebih bertenaga daripada lingkungan luar kita. Bila kita menyadari bahwa betapa besarnya kita dibanding persoalan yang ada, maka kita akan mendapatkan keberanian untuk mengatasinya. Rintangan akan selalu tampak besar atau kecil sesuai dengan penglihatan kita. Keberanian adalah kapasitas untuk menghadapi apa yang terbayangkan. Ia akan memberi kita kemampuan untuk mengatasi kenyataan. Melewati rintangan adalah buah dari pencapaian, buah dari keberhasilan. Lihatlah persoalan sebagaimana yang kita inginkan, bukan sebagaimana yang tampak.
Perubahan 20/08/2001 Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja. kita dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi kita jika saja kita mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk kita. Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah kita bisa melihat bintang.
Selalu Ada Sisi Baik 13/08/2001 Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja. kita dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi kita jika saja kita mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk kita. Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah kita bisa melihat bintang.
Jangan pernah berkata "tidak akan pernah". Itu menutup semua pintu. Mengabaikan semua kesempatan dan perbaikan. Sekaligus mengecilkan arti diri kita. Tak seorang pun tahu semua jawaban. Namun sebuah kemungkinan pasti datang bila kita bersedia membuka pintu cukup lebar. Ubahlah ketertutupan dengan memberikan maaf. Sediakan ruang yang lebar bagi orang lain utuk mengetuk pikiran kita. Mengatakan "tidak akan pernah" berarti menolak masa depan yang pasti datang. Tidak pernah adalah tidak ada, kecuali dalam kesempitan pikiran yang berasal dari kesombongan kita. Tak seorang pun bisa menolak kita kecuali pikiran kita sendiri. Begitu pula, kita takkan kuasa menolak orang lain kecuali dalam pikiran kita. Terimalah segala kemungkinan biarpun tampaknya bagai keajaiban. Katakan bahwa mereka boleh datang kembali suatu saat. Sampaikan bahwa mereka diijinkan untuk menghubungi lagi esok. Jangan sekali-kali memaku harga mati. Sebelum peluit ditiupkan, pertandingan masih berlagsung. Bola masih berputar. Goal pun masih mungkin tercipta. Bahkan kemenangan pun masih bisa dirayakan.
|