jiwa >Oktober 2001

Jangan Berhenti Hanya Karena Kritik (29/10/2001)
Jangan berhenti hanya karena kritik yang dilontarkan pada kita. Mungkin saja kita berhenti sejenak untuk mengatur nafas, mengukur kemampuan dan menentukan arah yang tepat, namun sekecil apa pun langkah berikutnya harus diambil.

Terlebih lagi jangan pula menyurutkan langkah bila kita telah teguh pada pendirian. Keragu-raguan takkan mendorong kita menuju puncak keberhasilan.

Satu-satunya hal yang menyurutkan langkah kita hanyalah bila kita merasa tidak bahagia dalam menempuh jalan keberhasilan.

Kita perlu mempelajari lagi apakah tujuan kita memang benar-benar memberikan kebahagiaan? Atau sesulit apa pun langkah kita selama ini dapat dinikmati? Bila tidak, sudah sepantasnya kita berhenti dan meneropong kembali tujuan kita. Kuda mungkin berlari kencang karena lecutan cemeti yang menyakitkan. Kritik bukanlah lecutan cemeti, karena lajunya kita bukan karena kritik apalagi kecaman. Namun karena kita yakin akan keberhasilan kita akan memberikan kebahagiaan.

Takut Dilawan Dengan Tindakan (22/10/2001)
Kerjakan sesuatu yang kita takuti maka ketakutan itu pun hilang. Lawanlah ketakutan kita. Ketahuilah apa yang kita takutkan dan hanya dengan itulah kita bisa menyingkirkannya dan terus bergerak maju.

Rintangan kita akan meleleh hanya bila kita melangkahinya dengan gagah berani bukan dengan langkah yang gemetaran. Salah satu kejutan terbesar yang akan kita alami adalah kita menemukan bahwa kita bisa melakukan apa yang kita takuti tak bisa dikerjakan.

Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri. Saat kita berani menghadapi sesuatu yang menakuti kita maka kita membuka pintu menuju kebebasan.

Kita Tidaklah Sendiri (07/10/2001)
Kesepian kita bukan karena tiadanya orang di sekitar kita, namun karena tiadanya seseorang di hati kita. Kita dapat kehilangan saat-saat yang berharga. Yaitu ketika kita menolak memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Saat mengulurkan pertolongan, tanpa sadar kita menjalin hati kita dan hati orang lain dengan dawai emas yang tak tampak. Dawai itu bernama persaudaraan. Semakin banyak kita menjalin dawai semakin jauh hati kita dari kesepian.

Karena dawai-dawai itu akan mendentingkan nada-nada yang memenuhi dan menghibur jiwa.

Bangkitlah dan tebarkan uluran tangan kita. Segaris senyum dan tatapan mata yang bersahabat cukuplah untuk membangunkan bahwa kita sama sekali tidak sendiri.

Keyakinan Menjadikan Segalanya Mungkin (01/10/2001)
Agar berhasil, kita harus percaya bahwa kita bisa. Satu-satunya hal yang berdiri di antara kita dengan harapan dalam hidup ini adalah keinginan untuk berusaha dan keyakinan untuk mempercayainya bahwa harapan itu mungkin diraih.

Satu-satunya keterbatasan yang nyata untuk mewujudkan harapan kita esok hari adalah keragu-raguan kita hari ini. Di saat kita tetap menjaga keyakinan kita, di saat itulah mimpi kita menjadi kenyataan.

Jika kita pikir bisa, maka kita bisa.

kembali ke atas