Amati Penilaian Kita (26/11/2001)

kita tak perlu tergesa-gesa mengubah pkitangan kita terhadap orang lain hanya karena mereka melakukan suatu kesalahan. Bila kita yakin bahwa kesalahan hanyalah bagian dari pertumbuhan menuju keberhasilan, maka tak perlu kita terpalingkan dari kejernihan pkitangan.

Amati penilaian kita. Berhati-hatilah dengannya. Penilaian yang terpaku pada kesalahan akan mengaburkan pkitangan kita.

Penilaian kita bisa jadi merupakan pantulan pikiran kita. Keburukan yang tampak pada pkitangan kita mungkin berasal dari cermin pikiran kita yang keruh. Karena itu, ada baiknya menghentikan penghakiman pada orang lain. Mulailah membersihkan cermin diri kita sendiri agar dunia tampak lebih jelas apa adanya.

Orang Pintar Selalu Bertindak (19/11/2001)

Perbedaan antara orang besar dan mediokrat adalah seberapa banyak kita mencoba. Kesalahan terbesar yang bisa kita perbuat adalah takut membuat kesalahan. Lebih awal kita membuat kesalahan, maka itu lebih baik. Jangan takut untuk mencoba.

Tak seorang pun yang pernah hidup dengan cukup kekuasaan, prestise atau pengetahuan untuk mengatasi semua kesulitan hidup. Kita selalu mendapatkan sebagian dan kehilangan sebagian.

Putuskan apa yang kita inginkan dari hidup. Susunlah tujuan kita tinggi-tinggi. Dunia akan berbalik dan menyilakan kita mendapatkannya, hanya bila kita tahu kemana akan pergi. Gunakan imajinasi dan wujudkan kemungkinan menjadi kenyataan.

Berikan Maaf (05/11/2001)

Bila kita hanya sibuk mencari kesalahan orang lain, memenuhi ingatan dengan kekeliruan atau mengobarkan kebencian karena perilaku orang atas diri kita, maka pkitangan kita akan kemajuan diri terkaburkan.

Jangan bebani pundak kita dengan semua itu. Bebaskan diri kita. Biarkan lepas maka diri kita menjadi ringan. Kita mungkin tak bisa menghapus luka yang sudah tertoreh. Namun kita bisa memberikan maaf.

Meski tak diminta, tetap berikan maaf.

Terlebih lagi, kita harus meminta maaf pada diri kita sendiri karena telah memberatkan hidupnya dengan hal-hal yang tak perlu. Bila sudah, maafkanlah. Rasakan betapa ringannya hati kita.

Rasakan bagai balon gas yang terlepas di udara. Selama kita menyimpan maaf maka kita menyediakan ruang kosong yang memungkinkan kita terbang melepaskan diri dari belenggu bumi.

Daftar Isi
kembali ke atas